Usai Kena Corona, Trump Undang Banyak Orang dan Bicara Tanpa Masker
Semua
pengunjung diwajibkan mengenakan masker ke acara Gedung Putih yang dijuluki
acara "protes damai untuk hukum dan ketertiban." Mereka juga
dianjurkan untuk mempraktikkan jaga jarak, dicek suhu tubuhnya dan diminta
mengisi sebuah kuesioner singkat.
Associated Press melaporkan bahwa sebagian besar pengunjung mengenakan
masker, tapi hampir tidak ada yang menjaga jarak aman.
Acara publik presiden sebelumnya, pengumuman nominasi hakim Mahkamah
Agung, Amy Coney Barrett, dilakukan pada 26 September di Rose Garden dan
dihadiri lebih dari 200 orang, sebagian besar tidak mengenakan masker.
Acara itu disebut-sebut sebagai super-spreader atau penyebar super virus
corona -- acara yang terkait dengan banyaknya infeksi baru. Setelah pertemuan
di Rose Garden itu, lebih dari 20 orang terjangkit Covid-19, termasuk Trump,
ibu negara Melania Trump dan beberapa pembantunya.
Acara "hukum dan ketertiban" itu diumumkan, sementara Dr.
Anthony Fauci, pakar penyakit menular pemerintah AS, memperingatkan Gedung
Putih untuk menghindari penyelenggaraan pertemuan besar tanpa masker.
Kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden berkampanye di Erie,
negara bagian Pennsylvania, pada Sabtu (10/10). Dia menjadi kandidat presiden
pertama yang mengunjungi kota itu sejak Trump pada 2016.
Partai Demokrat Erie County mengatakan Biden bertemu dengan para pemilik
bisnis, para anggota serikat buruh dan para anggota masyarakat. Partai itu
mengatakan Biden tidak akan melakukan acara publik besar-besaran karena krisis
virus corona di AS.
Universitas Johns Hopkins mengatakan Covid-19 telah menewaskan lebih dari
214.000 orang di AS. Ini adalah angka kematian paling banyak di dunia
sumber
: https://www.suara.com/
post :11
Oktober 2020

Komentar
Posting Komentar